Selmat Datang di Blog Saya Berbagai informasi di sajikan di..... http://www.ahmadtranscorp.blogspot.com/

Rabu, 08 Desember 2010

Free Download Font Unik

Beragam Font-font unik bisa di download di http://www.dafont.com/theme.php?cat=101&page=1

Sabtu, 20 November 2010

Tips Bila Mobil Anda Mogok Diterjang Banjir


VIVAnews - Hujan deras yang terjadi kemarin mengakibatkan sejumlah jalanan terendam banjir. Tak pelak, kemacetan pun terjadi di mana-mana. Banjir kemungkinan juga akan terjadi, sebab siang ini, Selasa 26 Oktober 2010, hujan lebat kembali mengguyur Jakarta.

Bagi Anda pengendara mobil, harus hati-hati melintasi jalanan yang terendam air. Bila tidak, mobil Anda bisa mogok di jalan.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan saat mobil terkena banjir? Berikut beberapa tips penanganan mobil setelah terkena banjir yang dikutip dari berbagai sumber:

Bila mobil terkena banjir ringan:
- Periksa kondisi bearing roda
- Periksa kondisi sistem rem
- Periksa kerja sistem ABS
- Periksa kondisi tie rod dan ball joint

Banjir sedang:
- Periksa kondisi oli mesin dan transmisi, jika tercampur air, ganti dengan yang baru
- Buka knalpot dan saringan udara, jika ada air bersihkan dan keringkan
- Pastikan mesin dapat berputar dengan cara memutar pully dengan kunci
- Periksa silinder dengan membuka busi, jika ada air bersihkan dengan cara start engine dengan kondisi busi terbuka semua
- Periksa kelengkapan kelistrikan mesin, seperti starter, alternator, dan ECU. Jika terdapat air, bersihkan dan keringkan

Banjir berat:
- Periksa komponen-komponen sesuai pada kategori kebanjiran ringan dan sedang, serta periksa komponen yang berada dalam kabin.
- Periksa semua ECU, combination meter, tape, relay, dan fuse, serta semua konektor yang ada di dalam kabin. Pastika semua terbebas dari air, kemudian bersihkan dan keringkan menggunakan blower atau hair dryer.
- Bawa mobil ke bengkel agar mendapatkan pemeriksaan lanjutan. (hs)
• VIVAnews

Selasa, 16 November 2010

Mengembalikan folder yang di Hidden oleh Virus

ntuk memunculkan kembali folder yg telah dirusak atau di hidden oleh VIRUS

untuk memunculkan kembali folder-folder
yang disembunyikan pada flashdisk dan
folder system32 Windows harus dilakukan
secara manual melalui command prompt
dengan perintah attrib.

CARANYA:

attrib -r -h -s F:\*.* /s/d
F adalah drive untuk Flashdisk atau
Klik Start > Run
ketik cmd
masuk ke drive flashdisk, mis drive F
ketik F:
trus attrib -s -h /S /D
perintah di atas bakalan munculin lagi
folder2 yg di hidden, termasuk sub-sub
folder di dalamnya serta file2 yang ada.

Kembalikan file ms.word yang
disembunyikan oleh virus Decoy.A

* Klik [Start]
* klik [Run]
* ketik [cmd]
* kemudian tekan tombol [Enter]

Attrib –s –h C:\*.doc /s , kemudian tekan
tombol [Enter]

Catatan: jika ingin mengembalikan
data ms.word yang ada didrive lain
[contoh: D atau USB] tulis perintah
diatas dengan mengganti lokasi drive
yang akan diperiksa, dengan format
Attrib –s –h %lokasi drive%:\*.doc /s

Contoh : Attrib –s –h D:\*.doc /s

Selasa, 26 Oktober 2010

Selamat Jalan Sahabat Kami, Wawan Nugroho

VIVAnews - Selasa, pukul 17.30, redaksi VIVAnews sedang rapat di lantai 31, Wisma Standard Chartered, Jakarta. Lantas muncul kabar bahwa gunung merapi mulai menampakkan erupsi.

Sontak, redaktur pelaksana VIVAnews Nezar Patria menghubungi Yuniawan Wahyu Nugroho, wartawan VIVAnews yang sedang bertugas meliput bencana Merapi ke Yogya. Pria santun yang biasa dipanggil Wawan ini bertolak ke kota gudeg itu Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB. Dari Jakarta dia sudah mengatur janji wawancara dengan Mbah Maridjan.

"Hallo, Wan posisi anda dimana," kata Nezar di ujung telepon.

"Ini di rumah Mbah Maridjan," kata Wawan.

"Itu sudah ada letusan. Apa tidak berbahaya," Nezar bertanya.

"Di sini masih ada banyak orang. Saya menunggu Mbah Maridjan yang lagi sholat," jawab Wawan.

Lantas, Nezar menekankan, "Kalau berbahaya dengar sirine, segera turun. Jangan bertahan di situ untuk wawancara."

Wawan menjawab "Iya". Namun, perbincangan putus karena sinyal telepon buruk.

Menyambung perbincangan yang terputus lewat telepon, Wawan lalu mengirim SMS, pada pukul 17.49 WIB. Bunyi SMS itu: "Mas, saya sudah berada di rumah Mbah Maridjan. Mbah Maridjan masih sholat," kata Wawan.

Dalam pesan pendeknya, Nezar menjawab, "Hati-hati. Jangan sampai kena wedhus gembel."

Setelah itu tidak ada kontak lagi dengan Wawan.

Satu jam kemudian, newsroom dikagetkan oleh telepon dari seorang kerabat Wawan, seorang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Rini Soegiharto. Wawan dikabarkan dalam kedaan bahaya.

Redaksi VIVAnews pun cemas. Sejumlah rekan lantas mencari tahu ke berbagai pihak. Menghubungi sanak kerabat Wawan, kawan-kawannya yang lain, menghubungi tim SAR, relawan Disaster Managemenet Center (DMC) Dompet Dhuafa, tim PMI hingga melaporkan ke polisi.

***

Cerita lebih detil lalu diberikan oleh Rini. Pada pukul 18.29 WIB, dia ditelepon Wawan. "Saya lagi di rumah Mbah Maridjan. Saya menunggu, dia lagi sholat," kata Wawan di ujung telepon kepada Rini. Rini pun mengingatkan agar editor senior VIVAnews tersebut berhati-hati.

Namun, dalam perbincangan singkat itu, di ujung telepon, Rini mendengar ada suara sirine dan sejumlah orang menjerit-jerit. "Ada api, ada api, panas, panas."

Tiba-tiba telepon terputus. Rupanya ini adalah telepon terakhir Wawan. Berulang kali dikontak, namun tidak tersambung.

Rini pun shock. Dia teringat kisah empat tahun lalu, saat gunung Merapi meletus. Wawan juga meliput letusan gunung Merapi dan bertemu Mbah Maridjan. Saat itu, keduanya juga saling berkomunikasi. Rini teringat pada 2006 juga ada wedhus gembel.

Namun, kali ini Rini yang berteman baik sejak kuliah di UGM merasa situasinya sangat menegangkan. Di televisi, dia melihat awan panas sudah membubung, sedangkan Wawan masih di rumah Mbah Maridjan yang berjarak empat kilometer dari puncak.

Mbah Maridjan memang memilih tirakat di masjid dekat rumahnya di Kinahrejo, Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Menurut cerita Agus, asisten Mbah Maridjan, sebenarnya saat mendengar bunyi sirine sebagai tanda gunung meletus, ia bersama keluarga Mbah Mardijan dan beberapa orang yang terakhir bertahan sudah memutuskan turun.

Mereka mengendarai dua mobil sampai ke tempat aman. Termasuk Wawan juga turun sejauh 4 kilometer ke kediaman Agus, rekannya di Yogya yang sekaligus teman dekat Mbah Maridjan.

Namun, sampai di tempat evakuasi, dua orang yakni Tutur tenaga medis PMI Bantul, Yogyakarta dan Wawan berinisiatif menjemput paksa Mbah Maridjan yang masih bertahan dan sembayang di masjid.

"Mereka berdua naik mobil Suzuki APV ke atas menjemput Mbah Maridjan. Namun, saat ini kami kehilangan kontak dengan mereka. Kami duga mereka terjebak, karena awan panas sudah sampai ke kediaman Mbah Maridjan," katanya kepada VIVAnews pukul 20.30 WIB, Selasa, 26 Oktober 2010.

Pukul 22.42 WIB, VIVAnews mendapat telepon dari Iman Surahman, aktivis Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, yang melakukan pencarian korban akibat erupsi Gunung Merapi sejak sore. Iman menemukan identitas Yuniawan Nugroho pada salah satu korban yang ditemukan tewas di rumah Mbah Maridjan.

***

Yuniawan, yang lahir pada 1 Juni 1968 di Blora adalah editor yang menggawangi liputan khusus sorot VIVAnews.com. Saat membahas sorot pekan depan yang akan mengulas soal Mbah Maridjan dan Gunung Merapi, Wawan memimpin tim peliputan.

Wawan pun tertarik untuk mewawancarai Mbah Maridjan di Yogyakarta. Alasannya, dia sudah pernah meliput dan kenal dengan asisten Mbah Maridjan, Agus, sehingga berpeluang bisa wawancara dengan orang tua yang disegani di Gunung Merapi tersebut.

Sebagai salah satu editor andalan, Wawan dikenal sebagai sosok jurnalis pekerja keras, sungguh-sungguh dan militan. Wawan jarang mengeluh mengerjakan tugas-tugas kantor.

"Dia orang yang sangat santun dan memiliki jaringan luas terutama bidang politik," ujar Nezar.

Rini juga mengenal Wawan sebagai sosok yang sangat baik dan memiliki banyak kenalan, baik di kalangan aktivis, politisi hingga LSM internasional. "Banyak sekali teman-teman yang sedih dan merasa kehilangan."

Wawan memang sudah belasan tahun bekerja sebagai jurnalis. Sebelumnya, dia cukup lama bekerja di harian Suara Pembaruan. Pada 2008, Wawan ikut berperan saat VIVAnews baru berdiri. Namun, tak lama kemudian Wawan memilih berlabuh ke Koran Jakarta. Menjelang Lebaran 2010, Wawan kembali ke pangkuan VIVAnews menggawangi liputan khusus.

Kini, Wawan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Almarhum meninggalkan istri dan dua orang anak yang amat dikasihinya dan foto mereka selalu ada di dompetnya.

Selamat jalan Wawan, sahabat sekaligus kawan kerja yang tidak saja menyenangkan, tapi juga pemberi semangat di ruang redaksi. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amien.
• VIVAnews

Jumat, 08 Oktober 2010

PS1 Emulator

http://hotfile.com/dl/74747673/86c47ad/ePSXe_1.52_NEW_PS_Emu.zip.html

Selasa, 14 September 2010

belajar shooting

1. Gambar goyang
Gambar yang goyang umumnya tidak dikehendaki dan bisa memusingkan pemirsa. Gambar semacam ini dihasilkan dari shooting video dengan pegangan tangan pada kamera (grip) yang salah dan belum bagusnya pengaturan nafas. Solusi 1 : gunakan triphod yang kokoh saat shooting video. Pelajari cara penyetelan triphod – termasuk rodanya jika perlu – agar Anda tetap bisa bergerak dinamis mengikuti keperluan pengambilan gambar; 2) jika Anda memegang kamera dengan tangan maka ikuti tips berikut ini : a) sandarkan tubuh pada sesuatu yang kokoh, rapatkan pegangan kamera ke tubuh lalu atur nafas dengan baik; b) lebih baik lagi jika menyandarkan kamera pada sesuatu yang kokoh misalnya meja;
2. Terlalu banyak zoom
Gambar zoom tidak baik karena detil obyek sulit tertangkap, fokus menjadi sulit disesuaikan (entah manual atau auto fokus) dan gambar menjadi mudah goyang. Padahal sebailknya, gambar close-up yang diambil dari dekat akan memiliki daya tarik yang kuat pada shooting video yang dihasilkan. Kebanyakan kameramen amatir menggunakan fasilitas zoom karena alasan berikut : a) senang memainkan fitur unik ini; b) ketinggalan obyek, yaitu obyek shooting yang dianggap penting berada jauh dari posisi kameramen c) malu atau malas mendekati obyek, misalnya ada wanita cantik peserta acara yang bagus untuk di-shooting namun kameramen merasa malu untuk mengambil shooting dari dekat untuk mengambil gambar close-up; d) berdalih mengambil “candid camera”. Solusi 1) : pikirkan matang-matang obyek yang hendak di-shooting (sekali lagi, idealnya telah dirumuskan dalam suatu skenario); 2) dalam peliputan suatu acara, mintalah lebih dulu jadwal acara lantas dipelajari, sambil terus berkonsultasi dengan panitia acara; 3) harus melatih kepercayaan diri untuk biasa tampil hilir mudik di muka umum, demi mendapatkan angle yang baik; 4) untuk kebanyakan kasus, dapat dipikirkan alternatif yang lebih baik daripada mendapatkan gambar “candid camera” yang buruk karena diambil dengan zoom.
3. Terlalu banyak pan
Pan ialah pergerakan kamera horisontal ke kiri atau ke kanan yang dilakukan seorang kameramen ketika hendak mengambil gambar keadaan sekeliling. Berbeda dengan pan lembut yang dapat menambah dinamis gambar, pan yang cepat akan memusingkan pemirsa, pula gambar yang dihasilkan kurang tajam (karena kamera bingung dengan penyesuaian fokus). Kebanyakan kameramen amatir sering menggunakan pan yang berlebihan karena : a) “ingin menyampaikan selengkap mungkin informasi” melalui gambarnya, tanpa didahului perencanaan pengambilan gambar; b) ia justru bingung, gambar apa yang hendak diambil dengan kamera videonya. Solusi 1) biasakan menulis rencana shooting sambil memaknai apa yang hendak disampaikan dengan obyek/kegiatan yang akan di-shooting tersebut; 2) sesuai dengan rencana shooting, persiapkan diri dengan baik untuk bertugas di tempat shooting, jika mungkin pelajari lebih dulu angle-angle yang baik dan mungkin untuk di-ambil.
4. Gambar tidak fokus (blur)
Kameramen amatir diasumsikan menggunakan kamera dengan setting auto fokus, namun seringkali ada saat-saat hasil shooting video gagal untuk fokus. Ini sering disebabkan pergerakan kamera (pan) yang terlalu cepat , padahal fitur auto fokus kamera kadang membutuhkan waktu sepersekian detik untuk mengenali fokus obyek. Sebab lainnya yaitu jarak pengambilan gambar yang jauh (long shot) sehingga banyak obyek yang ada di frame yang berada pada jarak yang berbeda-beda sehingga kamera kesulitan menentukan fokus. Solusi 1) kurangi pan; 2) biasakan untuk mendekati obyek sebelum mengambil gambarnya, sehingga bisa mendapatkan gambar close-up atau setidaknya medium-shot, yang dapat menghasilkan detil obyek yang lebih baik.
5. Salah pencahayaan
Kemampuan seorang kameramen menggunakan cahaya – baik alam maupun buatan – akan merupakan penentu keunggulannya. Kameramen amatir (dengan asumsi menggunakan kamera video auto) biasanya sering salah pada : a) backlight, yaitu pengambilan gambar pada angle yang melawan sumber cahaya; b) kontras terlalu tinggi, misalnya di ruang terbuka mengambil gambar orang yang berkulit gelap dengan background langit putih. Solusi 1) jika backlight tak terhindarkan (tak ada pilihan angle yang lain) maka jangan lupa untuk meng-aktifkan fitur backlight pada kamera video; 2) pengambilan angle yang dekat (medium-shoot, close-up bahkan extreme close-up) dapat mengurangi kontras warna yang tertangkan oleh lensa kamera video.
6. Framing
Kebanyakan kameramen amatir selalu menempatkan obyeknya di tengah frame kamera. Padahal idealnya, framing ini mengikuti “Kaidah Sepertiga” (Rules of Third) sebagaimana yang juga dikenal dalam dunia fotografi. Kaidah ini menyebutkan bahwa jika layar kamera dibagi tiga (baik secara vertikal maupun horisontal), maka obyek harus berada di garis-garis pertemuannya (jadi bukan di tengah, tapi menyamping). Jika demikian maka ada ruang obyek dan ruang kosong. Ruang kosong ini bisa diisi dengan background penunjang yang menarik. Untuk framing adegan wawancara atau pun monolog dimana pada layar tampil seorang yang berbicara di depan kamera serong ke samping, maka arah serong-nya ialah menghadap ke bidang kosong tersebut.
7. Sudut pengambilan gambar (angle)
Kebanyakan kameramen amatir juga sering mengambil gambar terlalu jauh, yaitu Medium Shot (MS) atau bahkan Long Shot (LS), padahal pada angle kamera ini detil obyek tidak tertangkap jelas. Pada sejumlah produk home video seperti wedding video, video liputan acara, video ulangtahun, dan lain-lain, potensi daya tarik terbesar ialah emosi/ekspresi manusia yang terpancar dari wajah-wajah para pelaku peristiwa. Karena itu disarankan untuk banyak melakukan eksperimen soal angle kamera, terutama memberanikan diri untuk mengambil angle Close Up (CU) dan Extreme Close Up (ECU).